August 30, 2007
VNUML (Virtual Network User Mode Linux), dia ini berguna sebagai pembuat host virtual.. jadi, seakan2 kita mempunyai banyak host hanya di dalam 1 komputer. silahkan liat lebih mendetail ttg VNUML di situs ini. Waktu itu postingan saya sudah saya singgung tentang " VNUML + Dynamips" pada bulan Juni (lama banget yak..)
, waktu itu saya niatnya menggabungkan VNUML dg Dynamips adalah utk menjalankan VLAN dynamic di router cisco (tp blom kesampean ampe sekarang). Manusia berencana tapi ALLAH lah yg maha berkehendak.. gara2 kesibukan saya yg cukup banyak, jadinya terbengkalai semua yg dah saya planningkan. Utk saat ini lebih baik kita menginstallnya dulu yah..
. Ingat bro, Di OS Ubuntu. Klo dari OS laen.. coba liat link berikut ini
Sebenernya cara installasinya itu sudah lengkap sekali yg diberikan dari situs si VNUML. Saya disini hanya memberikan link2 yg terstruktur (bertahap) utk melakukan installasi VNUMLnya.
1. Coba teman2 buka link berikut ini :
Nah, disitu kan ada cara "Installing from .deb package" dan "Installing from source". Waktu itu saya melakukannya instalasinya secara manual (from source), jadi ruang lingkup materi ini hanya di "Installing from source".
- Disitu terdapat kata2 "VNUML needs libxml2 and expat2 to work". Lakukan saja hal berikut :
ghoz@ghoz:~$ sudo apt-get install libxml2
ghoz@ghoz:~$ sudo apt-get install expat
ghoz@ghoz:~$ sudo apt-get install libpcap-dev –> berguna waktu install modul perl yg "Net::Pcap"
- Sekarang sudah selesai, saatnya instalasi modul2 Perl dengan cara yg singkat, praktis dan mudah :
ghoz@ghoz:~$sudo perl -MCPAN -e "install Error"
ghoz@ghoz:~$sudo perl -MCPAN -e "install Exception::Class"
dan seterusnya, lanjutkan sesuai dengan "Required modules" yg disuruh.
Klo ada modul2 yg tidak bisa diinstal dengan cara diatas… lakukan seperti dibawah ini
ghoz@ghoz:~$sudo cpan
cpan> install Error
cpan> install Exception::Class
dan seterusnya..
- Sekarang melakukan installasi "Required Binaries" :
Disitu terdapat 3 package yg tergantung kebutuhan dari teman2 sekalian
Klo teman2 ingin menggunakan "virtual bridge" (nge-bridge NIC komputer dengan NIC virtual yg di create) :
ghoz@ghoz:~$sudo apt-get install bridge-utils
Klo teman2 ingin menggunakan VLAN utk labnya.. :
ghoz@ghoz:~$sudo apt-get install vlan
Nah, yg ini harus diinstal bro :
ghoz@ghoz:~$sudo apt-get install uml-utilities
2. Sekarang mulai memasuki penginstallan VNUMLnya, silahkan buka link ini :
Nah, ikutin aja petunjuk2 yg diberikan disitu (Manual installation from tar file).
Sedikit informasi, waktu saya menjalankan simple1.xml itu dia muncul pop-up dan minta login.. nah kemungkinan itu.. perlu ditambahkan <ssh_key>letak/dari/ssh/key.pub</ssh_key>. Sya jg lom coba seh, saya cmn coba example2 lainnya yg ada di situs itu.
— Updated — (3 Sep 2007)
Ketika muncul sbuah pop-up dan meminta login… masukin aja login=root ; password=xxxx
Ampe pusing saya nyari tuch password!!! trus, ampe uninstall beberapa kali!!! ternyata ada di dokumentasi di situsnya! Arrgghh..!!
Best Regards,
Your friend
August 28, 2007
Teman2 semunya.. ayuk kita ikut CareerDay Cisco yg akan diadakan di Universitas Atmajaya deket Plangi (Plaza Semanggi). silahkan liat link berikut ini :
http://www.inovasia.co.id/
Maaf yah baru posting di blog neh, trus acaranya bsk lho.. Hehehehe… yg dateng absen disini.. sekalian kita saling kenal satu sama laen.
Best Regards,
Your friend
August 1, 2007
Wah, pas bgt neh saya posting tgl 1 Agustus.. awal bulan boo..
. Semoga bisa berguna dech tutorialnya.
Maksud dari judul diatas adalah dimana kita menggunakan dua routing protocol dalam satu router, utk menghubungkan routing protocol dari RIP ke IGRP dan dari IGRP ke RIP. Topologin sebagai berikut:

Sebelum memulai.. saya ingin sekali menjelaskan sedikit tentang topologi tersebut Jadi pada router ke-3 (router RIP-IGRP) disitulah letak dimana kita akan menggunakan dua routing protocol (RIP dan GIPR), router 1 (router RIP1) dan 2 (router RIP2) menggunakan routing protocol RIP, dan router 3 (router IGRP1) dan 4 (router IGRP2) menggunakan routing protocol IGRP. O iya, maaf ya klo msh standard.. soalnya yg buat jg msh standard ilmunya
. Yuk kita mulai..
Ini configuration dari dynagen saya :
#Simple RIP dan IGRP
autostart = false
[localhost]
[[3640]]
image = /opt/images/c3640-is-mz.122-21.bin
ram = 96
ghostios = true
[[router RIP1]]
model = 3640
idlepc = 0x604234a8
S1/0 = RIP2 S1/0
[[router RIP2]]
model = 3640
idlepc = 0x6036c2ec
S1/1 = RIP-IGRP S1/0
[[router RIP-IGRP]]
model = 3640
idlepc = 0x60422318
S1/1 = IGRP1 S1/0
[[router IGRP1]]
model = 3640
idlepc = 0x60450e60
S1/1 = IGRP2 S1/0
[[router IGRP2]]
model = 3640
idlepc = 0x60423
Sekarang start dynamips dan dynagen
ghoz@ghoz:~$ sudo dynamipsfinal -H 7200
ghoz@ghoz:~$ sudo dynagen /opt/dynamips/dynagen-0.9.3/sample_labs/simple1/RIP-IGRP.net
Contoh konfigurasi router RIP1
hostname RIP1
!
interface Serial1/0
ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
serial restart-delay 0
clockrate 56000
!
interface Serial1/1
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/2
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/3
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
router rip
version 2
network 192.168.1.0
!
end
Contoh konfigurasi router RIP2
!
hostname RIP2
!
interface Serial1/0
ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
serial restart-delay 0
clockrate 56000
!
interface Serial1/1
ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
serial restart-delay 0
clockrate 56000
!
interface Serial1/2
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/3
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
router rip
version 2
network 192.168.1.0
network 192.168.2.0
!
end
Contoh konfigurasi router RIP-IGRP
!
hostname RIP-IGRP
!
interface Serial1/0
ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
serial restart-delay 0
clockrate 56000
!
interface Serial1/1
ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
serial restart-delay 0
clockrate 56000
!
interface Serial1/2
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/3
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
router rip
version 2
redistribute igrp 101
network 192.168.2.0
default-metric 2
!
router igrp 101
redistribute rip
network 192.168.3.0
default-metric 1544 100 255 1 1500
!
end
Contoh konfigurasi router IGRP1
!
hostname IGRP1
!
interface Serial1/0
ip address 192.168.3.2 255.255.255.0
serial restart-delay 0
clockrate 56000
!
interface Serial1/1
ip address 192.168.4.1 255.255.255.0
serial restart-delay 0
clockrate 56000
!
interface Serial1/2
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/3
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
router igrp 101
network 192.168.3.0
network 192.168.4.0
!
end
Contoh konfigurasi router IGRP2
!
hostname IGRP2
!
interface Serial1/0
ip address 192.168.4.2 255.255.255.0
serial restart-delay 0
clockrate 56000
!
interface Serial1/1
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/2
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/3
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
router igrp 101
network 192.168.4.0
!
end
Sekarang coba kita lihat sejenak contoh konfigurasi pada router RIP-IGRP.
redistribute igrp 101 : Berguna untuk mengirim informasi yg berasal dari routing protocol sumber (dlm hal ini IGRP yg mempunyai AS 101) ke routing protocol tujuan (dlm hal in RIPv2) utk melakukan update di routing informationnya si RIP. Intinya seh agar informasi2 yg berbeda routing protocol itu bisa dibaca atau dimengerti oleh routing protocol lainnya dengan menggunakan "redistribute"
default-metric 2 : Berguna untuk meng-konfigure nilai metric yg sama (diatas itu hop count yg di tentukan 2) utk semua jalur informasi yg di dapat dari IGRP. Default metric juga membantu utk menyelesaikan masalah dalam redistributing jalur/route dimana setiap routing protocol mempunyai metric yg berbeda-beda atau yg tidak sama.
default-metric 1544 100 255 1 1500 : Pengertian default metric sama koq dengan yg diatas tp saya cmn menjelaskan yg angka2nya doang. Angka pertama itu (1544) adalah ukuran bandwidth dlm kilobits. Angka kedua (100) adalah waktu delay di suatu jalur dlm microsecond. Angka ketiga (255) utk memberikan gurantee bahwa link tersebut akan hidup 100%. Angka yg keempat (1) utk memilih jalur tersebut. Angka yg kelima (1500) itu adalah maximum transmission unit (MTU). CMIIW
Best Regards,
Your friend
July 22, 2007
RIP itu terbagi dalam 2 bagian. RIP version 1 dan RIP version 2.
Routing Information Protocol atau sering disebut sebagai RIP. RIP ini termasuk di dalam distance-vector routing protocol, dimana
mengirim semua/keseluruhan routing table pada router ke semua interface, convergence antara router lama, dll (bisa dilihat di bawah). default pengiriman updatenya setiap 30s, harap diinget yah pengiriman updatenya ini mengirim seluruh informasi yg ada di routing table ke router2 lainnya, berbeda dengan Link-State routing protocol, coba aja baca2 postingan saya sebelumnya tentang
Penjelasan singkat tentang EIGRP dan
Penjelasan singkat tentang OSPF dimana mereka menggunakan Link-State routing protocol.
Administrative Distance (AD) pada RIP nilainya adalah 120, maksudnya AD ini apa yah bro?! Jadi begini, AD ini gunanya adalah utk pemilihan jalur yg terbaik/Select the best path!!!, lalu routing protocol manakah yang akan digunakan jika di router terdapat 2 routing protocol berbeda dan ke-2 routing protocol tersebut memberikan informasi ke
destination yg sama. misalkan di suatu router terdapat 2 routing protocol.. OSPF dan RIP, maka jalur yg akan dipilih utk mengirimkan paket adalah routing protocol OSPF, karena ADnya OSPF (ADnya 110) itu lebih kecil dari pada ADnya si RIP (ADnya 120). Administrative Distance itu bernilai integer dari 0 s/d 255. Dimana 0 itu adalah yg paling dipercaya utk mengirmkan paket2 dan yg 255 itu tidak akan ada paket2 dikirmkan atau bisa kita bilang.. nggak mungkin dipake.

Sumber : Wikipedia
Hal-hal dasar yang perlu di ketahui tentang Distance-Vector
- Tidak support VLSM dan CIDR kecuali RIP version 2
- Slow convergence
- Distance vector algortima biasa dikenal dengan Bellman-Ford algortima
- Distance vector itu tidak bisa ‘melihat’ topology yg sebenarnya pada suatu internetwork, hanya bisa ‘melihat’ router yg directly connected
- Kemungkinan terjadi routing loops besar
RIP ini juga lebih mudah di implementasikan, karena kemudahannya dalam mengconfigurenya.
Telah saya sebutkan bahwa Distance vector mempunyai kemungkinan terjadinya routing loops itu besar. Nah, untuk menangani hal tersebut bisa dilakukan dengan 3 cara.
1. Menggunakan Split Horizon
2. Menggunakan Route Poisoning
3. Configure holddown timers
== RIP version 1 == - Hop count adalah metric dari RIP.
- Hop count maksimal adalah 15 hop count.
- Mengirim keseluruhan routing table setiap 30s atau Periodic update.
- Bila Hop count lebih dari 15, maka paket akan dibuang
- Classful routing
== RIP v2 ==
- Hop count adalah metric dari RIP.
- Hop count maksimal adalah 15 hop count.
- Mengirim keseluruhan routing table setiap 30s atau Periodic update.
- Bila Hop count lebih dari 15, maka paket akan dibuang
- Classles routing
- Ada Authenticationnya
- Support VLSM
Configuring RIP:
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network [network-dirrectly-connected]
Configuring RIP bila ingin menggunakan RIP version 2:
Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Harap diinget!! bila salah satu router menggunakan RIP version 1 dan router directly connected lainnya itu menggunakan RIP version 2.. Konfigurasilah interface untuk receive dan send berdasarkan RIP versionnya.
[router RIP v1]——–[Router RIP v2]
Configure berdasarkan topologi di atas:
Router_RIP_v1(config)#router rip
Router_RIP_v1(config-router)#network [network-dirrectly-connected]
Router_RIP_v1(config-if)#ip rip send version 1
Router_RIP_v1(config-if)#ip rip receive version 2
Router_RIP_v2(config)#router rip
Router_RIP_v2(config-router)#network [network-dirrectly-connected]
Router_RIP_v2(config-if)#ip rip receive version 1
Router_RIP_v2(config-if)#ip rip send version 2
Verifying RIP:
Router#show ip protocol
Router#show ip route
Router#show ip rip database
Router#show ip interface brief
Kira2 seperti itulah sekilas tentang RIP. Klo dalam penulisan diatas saya ada salah2.. harap dikoreksi lgsg yah, biar yg bacanya juga nggak ikut2an salah.
Semoga tulisan saya ini bisa berguna bagi teman2.
note:
Thx to iis for sharing your knowledge about RIP to me.
another explanation about RIP in iis blog
Best Regards,
Your friend
June 12, 2007
Pada sebelumnya saya menjelaskan tentang Penjelasan Singkat Tentang EIGRP, sekarang saya coba menjelaskan sesuai judul diatas.
OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang secara umum bisa digunakan oleh router lainnya (cisco, juniper, huawei, dll), maksudnya dari keterangan diatas bahwa routing protocol OSPF ini dapat digunakan seluruh router yang ada di dunia ini bukan hanya cisco, tetapi seluruhnya dapat mengadopsi routing protocol OSPF.
OSPF ini termasuk di kategori Link-state routing protocol (sama seperti EIGRP), Link-state routing protocol ini ciri2nya memberikan informasi ke semua router, sehingga setiap router bisa melihat topologinya masing2. Cara updatenya itu secara Triggered update, maksudnya tidak semua informasi yg ada di router akan dikirim seluruhnya ke router2 lainnya, tetapi hanya informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang akan di kirim ke semua router dalam 1 area, sehingga meng-efektifkan dan meng-efisienkan bandwidth yg ada, lalu convergencenya antar router sangatlah cepat dikarenakan informasi yg berubah/bertambah/berkurang saja yang dikirim ke router2 lainnya. Trus tidak mudah terjadi Routing loops, jika teman2 menggunakan routing protocol OSPF maka dibutuhkan power memory dan proses yang lebih besar, dan OSPF itu susah utk di konfigurasi.
OSPF berdasarkan Open Standard, maksudnya adalah OSPF ini dapat dikembangkan dan diperbaiki oleh vendor2 lainnya.
Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg Link-state
- Link-state menggunakan hello packet untuk mengetahui keadaan router tetangganya (bukan keseluruhan), apakah masih hidup ataukah sudah mati.
- Menggunakan hello information dan LSAs (Link-state advertisement) yang diterima oleh router lain utk membuat database (topological database) ttg networknya di masing2 router
- Menggunakan algoritma SPF utk mengkalkulasi jarak terpendek utk ke setiap network
- Support CIDR dan VLSM
Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg OSPF
OSPF dalam menentukan Best Path (Jalur terbaiknya) berdasarkan :
- Cost yang berdasarkan speed dari link (bandwidth)
- Speed dari linknya (bandwidth)
- Cost yang paling kecil dari link OSPF
OSPF mempunyai empat tipe dari network :
- Broadcast Multi-access, ini seperti ethernet
- NonBroadcast Multi-access (NBMA), ini seperti penggunaan pada Frame Relay
- Point-to-point networks
- Point-to-multipoint networks
Untuk mengurangi angka pertukaran informasi antara router2 tetangga dalam satu network (area), OSPF memilih/membuat DR (Designated Router) dan BDR (Backup Designated Router) untuk mengurangi beban dari router2 yg ada. Bila ada perubahan.. maka router yg terdapat perubahan tersebut akan mengirimkan updatenya ke DR terlebih dahulu, lalu DR akan membagi-bagikan update terbarunya ke router2 lainnya secara multicast dengan alamat
224.0.0.5 ke seluruh router OSPF. CMIIW. Intinya.. DR Itu Presidennya dan BDR itu wakil presidennya.
Lalu, kenapa ada DR dan BDR?? pada umumnya dengan rumus ini
n*(n-1)/2 akan memberikan
adjecency router yang terjadi. Coba bayangkan bila ada 10-15 router.. berarti adjecency relationship yg dikirim setiap router akan banyak sekali kan?!?! berarti traffic akan meningkat dan performa
link akan menurun, oleh karena itu dibutuhkan DR dan BDR. Inga2…!!!
dalam pemilihan DR dan BDR hanya dapat dilakukan bila tipe networknya adalah Broadcast Multi-access dan NonBroadcast Mulit-access..
- Hello packet dikirim ke router tetangga pada Broadcast Multi-access dan point-to-point itu standarnya adalah 10 detik
- Hello packet dikirim ke router tetangga pada NonBroadcast Multi-access (NBMA) itu standarnya adalah 30 detik
Pada OSPF memiliki 3 table di dalam router :
1. Routing table
2. Adjecency database
3. Topological database
Penjelasan :
1. Routing table : Routing table biasa juga dipanggil sebagai
Forwarding database. Database ini berisi
the lowest cost utk mencapai router2/network2 lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
2. Adjecency database : Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
3. Topological database : Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
Dari tadi saya menyebutkan Area, tapi tidak menjelaskan area itu maksdunya bgmn. Klo di dalam EIGRP kita mengenal Internal Route dan External Route (Temen2 bisa baca lagi postingan saya tentang Penjelasan Singkat Tentang EIGRP), nah Area dalam OSPF itu sama maksudnya dengan yg Internal Route dan External Route cmn hanya beda nama saja.
Cara Menggunakan OSPF
Router(config)#router ospf process-id
Router(config-router)#network address wildcard-mask area area-id
Penjelasan sedikit tentang command diatas. process-id itu bisa digunakan antara nomor 1 dan 65,535. Nah yang wildcard-mask itu caranya adalah membalikkan subnet-mask. ex: subnet-mask = 255.255.255.0 lalu wildcard-mask = 0.0.0.255. area-id itu dapat digunakan dari angka 0 to 65,535. Dalam OSPF setidaknya kita harus punya area 0. area 0 sering disebut sebagai backbone.. dan setiap area2 lainnya yang ingin dibuat harus terkoneksi ke area 0. Bila router tersebut dalam ruang lingkup backbone, maka area-idnya harus 0.
Cara Setting OSPF Priority di Interface
Router(config)#interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#ip ospf priority 0-255
Cara tersebut utk membuat interface dipilih menjadi DR, tapi ingat.. priority terbesar lah yang akan dipilih menjadi DR dan priorty ke 2 yg akan dipilih menjadi BDR. Klo interface tidak di setting priority, berarti interface memiliki priority yg default atau priority = 1.
Verifying OSPF Configuratino
Router#show ip protocol
Router#show ip route
Router#show ip ospf interface
Router#show ip ospf
Router#show ip ospf neighbor detail
Router#show ip ospf database
Keuntungan menggunakan OSPF
- Speed of convergence
- Support for Variable Length Subnet Mask (VLSM)
- Network size
- Path selection
- Grouping of members
Nah, kira2 seperti itulah penjelasan sedikit tentang OSPF dari sudut pandang CCNA, dan tentunya masih banyak kurangnya.. yang penting bagi saya adalah, informasi ini bisa berguna bagi temen2 yang membacanya.
Saya juga memohon bantuan dari teman2, klo dalam penulisan diatas ada yang salah atau ada yang kurang, mohon di kritik ajah atau bisa ditambahkan melalui comment. Terima kasih..
I Share What I Know, I Learn What I Don’t
Best Regards,
Your friend